Dampak Global Warming Makin Mengkhawatirkan, Apa Yang Harus Kita Lakukan? (Analisis Dalam Sudut Pandang Islam)
Pemanasan
global atau yang lebih dikenal sebagai Global Warming saat ini menjadi sebuah
permasalahan lingkungan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup seluruh elemen
yang ada di bumi. Global Warming adalah suatu fenomena kenaikan suhu rata-rata
pada atmosfer, daratan, dan lautan. Global Warming jika terus berlangsung
hingga kurun waktu yang lama akan memberikan dampak buruk kepada ekosistem. Lalu
apa yang menjadi pemicu terjadinya fenomena Global Warming? Tentunya ada
beberapa faktor di antaranya yaitu :
Efek
rumah kaca, karbondioksida atau gas emisi yang dihasilkan dari aktivitas
manusia akan menyebar ke seluruh permukaan bumi. Dilansir dari www.gramedia.com, gas-gas tersebut akan
memantulkan infrared dari matahari yang akan dipantulkan kembali ke bumi. Sebenarnya
bumi memerlukan efek rumah kaca agar suhu tetap stabil, jika sama sekali tidak
ada efek rumah kaca maka suhu permukaan bumi akan terasa sangat dingin dan diperkirakan
dapat menyentuh angka -18oCelcius. Namun pada kasus ini infrared
terperangkap di dalam permukaan bumi sehingga mengakibatkan efek radiasi panas
yang berlebihan. Faktor lainnya adalah penggunaan peralatan yang menghasilkan
gas CFC secara masif, Chloro Fluoro Carbon atau CFC merupakan gas buatan yang
memiliki sifat tidak mudah terbakar. Gas ini dapat dijumpai pada peralatan rumah
tangga seperti pendingin ruangan dan lemari es. Mengingat saat ini sangat
banyak yang menggunakan kedua peralatan tersebut untuk keperluan sehari-hari otomatis
akan menghasilkan gas CFC dalam skala yang besar. Dampak dari penggunaan CFC dapat
merusak lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi. Dikutip dari buku Pemanasan Global
dan Masa Depan Bumi total ada lima lapisan atmosfer yakni troposfer,
stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Kelima lapisan tersebut memiliki
karakteristik yang berbeda. Sedangkan lapisan ozon berguna untuk melindungi
bumi dari sinar ultraviolet matahari. Namun jika lapisan tersebut sudah rusak
maka sinar ultraviolet yang masuk tidak dapat terfiltrasi secara maksimal
sehingga memicu terjadinya kenaikan suhu. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA) dikutip dari CNBC Indonesia
ditemukan bahwa per tanggal 5 Oktober 2022 lalu lubang pada lapisan ozon kini
telah mencapai ukuran 10 juta mil persegi atau sekitar 26,4 juta kilometer.
Ukuran tersebut merupakan yang terluas sepanjang sejarah. Jika tetap dibiarkan
Global Warming akan memberikan dampak berbahaya lainnya yaitu kepunahan fauna
karena habitat mereka berubah seiring berjalannya waktu karena perubahan iklim
secara drastis sehingga tidak mampu beradaptasi. Selain itu meningkatnya suhu
juga mengakibatkan cairnya lapisan es di kutub yang memicu terjadinya banjir di
wilayah pesisir.
Lantas
bagaimana cara kita menyikapi fenomena Global Warming? Tentunya diperlukan
langkah nyata serta komitmen yang kuat agar kita mampu meminimalisir dampak
Global Warming karena bagaimanapun juga hal ini merupakan tanggung jawab
seluruh manusia. Jika dilihat dari perspektif Islam, Allah SWT telah memberikan
nikmat dan karunia-Nya. Oleh karena itu sebagai ummat muslim yang baik memiliki
kewajiban untuk dapat melestarikan lingkungan alam. Hal inilah yang disebut
sebagai dakwah lingkungan. Secara harfiah dakwah merupakan suatu proses
menyampaikan dan mengajak untuk melakukan kebaikan dengan cara mengamalkan
nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran agama. Dalam Al-Qur’an dijelaskan
mengenai istilah dakwah yaitu syuhada ala al-naas yang berarti seorang muslim
memiliki tanggung jawab secara moral dan mampu merealisasikannya melalui
pelestarian lingkungan sebagai kebenaran prinsipil dan universal. Dalil
mengenai dakwah lingkungan tertuang dalam Surah Al-Qasas ayat 77 sebagai
berikut :
وَابْتَغِ
فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ
وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ
اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ 77.
Artinya
: Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah
kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah
(kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan
janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang
yang berbuat kerusakan.
Ayat
tersebut memberikan pesan bahwa alam memiliki peranan yang penting bagi ummat
manusia untuk memenuhi kebutuhan dan dapat menghantarkan kepada kebahagiaan (Parwanto & Rosdiawan, 2016).
Allah SWT telah menyajikan alam kepada manusia maka dari itu kita harus melakukan
kebaikan salah satunya dengan tidak melupakan kewajiban yaitu ibadah untuk
mencapai kebahagiaan akhirat. Da’i sebagai tokoh yang mempunyai kedudukan di
masyarakat diharapkan turut andil untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah berkaitan
dengan pelestarian lingkungan. Namun tidak serta merta bertanggung jawab atas
kesadaran masyarakat, karena pada dasarnya kesadaran dan kemauan untuk bertanggung
jawab kepada lingkungan berasal dari komitmen masing-masing individu. Contoh
upaya penerapan dakwah lingkungan dilakukan oleh (Arifin & Zaini, 2019)
dalam penelitiannya yang berjudul Dakwah Pemberdayaan Berwawasan Lingkungan
Untuk Daerah Konflik di Pinggiran Hutan Baluran Banyuputih Situbondo.
Masyarakat sekitar diberdayakan dengan edukasi mengenai cara pembuatan biogas
dari kotoran sapi. Biogas dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti
memasak dan ampas hasil penggunaan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik.
Penggunaan biogas menggantikan solar dan minyak tanah sehingga jauh lebih ramah
lingkungan. Inovasi tersebut merupakan salah satu langkah untuk mengurangi
dampak Global Warming. Adapun masih banyak langkah-langkah lainnya yang dapat
diimplementasikan dalam rangka menjaga kelestarian alam sesuai dengan nilai
yang tertanam dalam konsep dakwah lingkungan antara lain :
1.
Penghijauan (Reboisasi)
Menanam
kembali hutan-hutan gundul mampu meminimalisir kadar karbondioksida (Co2).
Hutan juga berfungsi sebagai daerah resapan air yang mencegah terjadinya
banjir. Sedangkan dalam Islam menganjurkan untuk melakukan penghijauan dengan
cara menanam dan bertani. Dijelaskan secara tegas dalam Surah Al-An’am ayat 99 yang
berbunyi :
وَهُوَ
الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ نَبَاتَ كُلِّ
شَيْءٍ فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًاۚ
وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَّجَنّٰتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ
وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ اُنْظُرُوْٓا
اِلٰى ثَمَرِهٖٓ اِذَٓا اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكُمْ لَاٰيٰتٍ
لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ 99.
Artinya : Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
2.
Menghemat Energi
Pada penjelasan di atas bahwa salah satu pemicu terjadinya pemanasan global adalah penggunaan peralatan penghasil gas CFC seperti lemari es dan pendingin ruangan. Oleh karena itu mulai sekarang sudah semestinya kita memulai gerakan untuk menghemat energi, jika peralatan tersebut sedang tidak digunakan alangkah lebih baik dimatikan.
3.
Menghindari Perusakan dan
Menjaga Keseimbangan Alam
Rasulullah
SAW sendiri melarang kita untuk memetik bunga yang belum mekar, memakan buah
yang belum masak, dan menyembelih hewan yang belum cukup usianya. Ini adalah
salah satu cara untuk menjaga keseimbangan alam. Ekosistem berperan penting
karena pada dasarnya jika kita berperilaku baik kepada alam, maka niscaya Allah
SWT akan memberikan ganjaran-Nya.
Mengimplementasikan
nilai-nilai dakwah lingkungan dalam konteks meminimalisir dampak Global Warming
menjadi hal yang harus dilakukan. Jika kita menunjukkan rasa kecintaan terhadap
alam dengan cara melakukan hal-hal di atas secara tidak langsung kita juga
menunjukkan rasa cinta kepada Allah SWT dan diharapkan akan menciptakan
lingkungan hidup yang lebih baik untuk masa depan.
Catatan Kaki
Bahayanya
Bikin Ngeri, Luas Lubang Lapisan Ozon Sudah Segini (cnbcindonesia.com)
Pemanasan Global:
Pengertian, Penyebab, Dampak dan Cara Mengantisipasi - Gramedia Literasi
Arifin, S., & Zaini, A. (2019). DAKWAH PEMBERDAYAAN
BERWAWASAN LINGKUNGAN UNTUK DAERAH KONFLIK DI PINGGIRAN HUTAN BALURAN
BANYUPUTIH SITUBONDO. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–18.
Parwanto, W., & Rosdiawan, R. (2016). MENGGALI AKAR-AKAR
MATERIAL (Maaddah) DAKWAH LINGKUNGAN. Al-Hikmah, 10(1).
https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v10i1.546
Sulkan, M. (2020). Pemanasan global dan masa depan bumi. Alprin.

Komentar
Posting Komentar